2021-02-13

"Perdana Siaran Kiprah Desa RRI Bengkulu”

BPTP BENGKULU
...

Sebagai tindak lanjut kerjasama BPTP Balitbangtan Bengkulu dengan RRI Bengkulu, BPTP Balitbangtan Bengkulu kembali mendiseminasikan inovasi teknologi pertanian melalui Siaran Kiprah Desa RRI Bengkulu pada Jum’at (05/02/2021). Inovasi teknologi “Mengenal Padi Inpari IR Nutri Zinc, Produk Biofortifikasi Salah Satu Solusi Menangani Masalah Stunting” yang disampaikan oleh peneliti BPTP Bengkulu (Yahumri, SP., M.Ling). 

Kenapa materi ini penting? karena permasalahan stunting cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan, saat ini stunting di Provinsi Bengkulu berada di angka 28 persen dengan 4 Kabupaten menjadi prioritas penanganan. 

Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan pada anak sehingga memiliki ukuran tinggi badan lebih rendah (kerdil) dari standar usianya. Hal tersebut merupakan akibat kekurangan gizi yang kronis terutama pada 1.000 hari pertama hingga usia di bawah tiga tahun (batita). 

Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk menurunkan angka stunting? Tentu ada, yaitu dengan fortifikasi (pengayaan) proses penambahan mikronutrien berupa vitamin dan unsur renik esensial pada makanan. Berhasilkah? berhasil, contohnya Kabupaten Bengkulu Utara, berdasarkan laporan, angka stunting berada di 35,8% pada tahun 2017, tahun 2018 turun menjadi 25,9%, turun drastis Tahun 2019 di angka 10,53%. Dan pada tahun 2020 turun lagi di angka 9,5%. 

Namun hal itu tidak cukup menyelesaikan masalah. Perlu upaya biofortifikasi bahan makanan yang murah. Maka pada tahun 2019, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan International Rice Research Institute (IRRI) dan Harvest Plus melepas padi yang memiliki kandungan Zn tinggi dengan nama Inpari IR Nutri Zinc. 

Berdasarkan data deskripsi yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian tahun 2019, kandungan Zn pada Inpari IR Nutri Zinc sebesar 34,51 ppm sementara varietas lain seperti Ciherang memiliki kandungan 24.06 ppm. Keunggulan itulah diharapkan dapat turut mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi Zinc dan meminimalisir stunting di Indonesia. 

Sub Sektor : Lain-Lain
Komoditas : Lain-Lain
Teknologi yang Digunakan :