2019-04-09

Bengkulu optimis menjadi sentra agribisnis jeruk nasional

BPTP BENGKULU
...

Bersama Jeruk RGL, saat ini Bengkulu dengan optimis sedang menapaki jalan menjadi sentra agribisnis jeruk nasional yang potensial. #optimis✊✊

Jeruk RGL yang terdaftar melalui SK Menteri Pertanian Tahun 2012 ini diyakini mempunyai daya saing yang mumpuni untuk menjadi komoditas ekspor unggulan dari Bengkulu. Pada awalnya dikembangkan di Desa Rimbo Pengadang, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten lebong. Selanjutnya, sejak tahun 2014 jeruk RGL mulai dikembangkan di Kabupaten Rejang Lebong berawal dari Desa Pal VII Kecamatan Bermani Hulu Raya.

Dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu juga semakin nyata, ditunjukkan dengan kunjungan Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA, M.MA beserta jajarannya baru-baru ini menemui petani jeruk di Desa Pal VII.

BPTP Balitbangtan Bengkulu pun tak mau tinggal diam melihat prospek jeruk RGL ini. Berbagai kegiatan pengkajian dan diseminasi difokuskan untuk jeruk RGL sejak tahun 2012. Mulai dari pengkajian teknologi budidaya hingga pascapanen, pendampingan teknologi kepada petani, hingga diseminasi teknologi perbenihan, produksi benih sebar, dan saat ini inisiasi korporasi petani. Tentunya dengan dukungan penuh dari Agroinovasi Balitbangtan Kementan, Balitjestro Indonesia dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. #Semangaaat

Dengan kerja keras, cerdas dan ikhlas petani-petani di dua kabupaten itu, hingga kini perkembangan jeruk di Bengkulu semakin cetar membahana... #eeaaa.. lebay.

Siapa saja petani yang bersemangat baja yang tak kenal lelah berjuang mengembangkan jeruk RGL ini? Chek it out.
Kita mulai dari Kab. Lebong, jika orang menyebut jeruk RGL otomatis orang akan menyebut dua nama petani dengan kualitas jeruknya yang patut diacungi jempol dan selalu dicari konsumen, yaitu bapak Herson dan Bustami.

Lanjut ke Kab. Rejang Lebong, tersebutlah bapak Langgeng Jauhari, yang bertugas sebagai Pengawas Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Rejang Lebong, yang pertama kali menanam jeruk RGL pada tahun 2014 di Desa Pal VII, Kec. Bermani Hulu.

Uniknya, pengembangan jeruk RGL di Kab. Rejang Lebong ini diwarnai oleh kerja cerdas dan ikhlasnya para #petanimilenial. Siapa saja mereka? Yuuukzz.. kita absen satu-satu, mulai dari Langgeng Juahari, Darlin, Bambang Rianto, Fery Elmansyah, Nikko Agus Susanto, Jokto Hikriadi, Yeki Sugiarto, dan terakhir yang kemarin menjadi topik fenomenal pada postingan kami, Detro Mewansyah???? #Saluuut... selalu tetap semangat ya....

Masih banyak hal yang harus dilakukan guna mewujudkan Bengkulu menjadi kawasan agribisnis jeruk RGL yang berdaya saing dan berkelanjutan, yaitu (1) Sanitasi kebun pertanaman jeruk harus diwaspadai terkait kehadiran penyakit CVPD yang masih endemis di Indonesia; (2) Produktivitas optimal, kualitas buah premium dan seragam, dan kontinuitas sesuai kebutuhan pasar yang dilanjutkan dengan pendaftaran kebun sebagai syarat untuk bisa ekspor; (3) Penguatan kelembagaan petani baik kelompok tani, gabungan kelompok tani maupun Asosiasi Jeruk RGL berbasis koperasi agar pengelolaan kebun, panen dan pemasaran jeruk bisa dikoordinasikan dan dilakukan secara komunal; (4) Komitmen dan konsistensi dukungan Pemda, perbankan dan stakeholder lainnya perlu dipelihara untuk menjamin keberlanjutan agribisnis jeruk RGL di Provinsi Bengkulu. #Siaaap sedia semua??

 

Sub Sektor : Jeruk
Komoditas : Hortikultura
Teknologi yang Digunakan :